Cerita ini berdasarkan kisah nyata dari seseorang yang ku kenal. Dan aku membuatnya menjadi sebuah cerita, Selamat membaca....
LOVE
IS PAIN
Nisa berfikir tak percaya bahwa nasib
malang itu akan menimpa dirinya. Gadis manapun pasti tidak ingin jika kisah
cintanya berakhir dengan pengkhianatan. Sama hal nya dengan Nisa, yang
merasakan pedihnya cinta yang selama 6 tahun ini dia jaga baik-baik akhirnya sirna
karena seorang laki-laki yang buta akan seorang mahkluk Tuhan yang disebut
wanita.
Sinar matahari menerobos masuk
melewati ventilasi sebuah ruang kelas XI IA di daerah Pemalang. Seorang gadis terlihat
asyik sedang memainkan jarinya dengan lihai pada keypad handphone barunya.
Handphone itu didapat dari kakaknya, karena hasil usahanya telah mempertahankan
prestasi selama 2 tahun di SMA dengan menduduki peringkat 1 paralel dan mendapatkan
beasiswa pula.
Gadis itu bernama Khoirunnisa atau
lebih sering di panggil Nisa. Nisa anak terakhir dari 9 bersaudara yang terlahir
di sebuah keluarga dengan ekonomi yang cukup. Nisa mengurus ibunya seorang diri
yang sedang sakit stroke, karena kakak-kakaknya sudah menikah dan ada pula yang
kuliah di luar kota. Nisa seorang gadis apa adanya, cuek, mudah bergaul dan
serius dalam belajar. Itu yang membuatnya memiliki sahabat dan banyak teman
yang peduli dengannya.